November 22, 2008 by wirdonesia
Semalem gw lagi kangen sama the biang rusuh(Adit, Beny, Syarif, Surya, Ardian). Tapi yang paling loose contact banget ya tiga orang pertama itu dech. Akhirnya aku sms mereka satu per satu.
wirda : Aslmkm. Dear friends, apa kabar? Gw lagi ngeliatin foto kita waktu di Hokben. Udah lama neh gak kumpul bareng.
Setelah berapa lama…
Adit ga bales, cuma Beny dan Syarif yang bales.
Beny : Wa’alaikumsalam. Kabarnya bae2 aja. Crtanya lagi kangen nih? Ya udah, gmn klo loe traktir anak2 di Hokben. Kan sekaian ngumpul2 tuh. Gmn? Ide gw brilian kan 
Syarif : Wlkmslm kabar gue baik, lo sndiri gmn? Mdh2an baik jg ya jeng 
Wirda to Beny : Ben, gw emang kangen pengen kumpul2. Tapi gw gak khilaf ampe traktir2 di Hokben 
Posted in Persahabatan | Leave a Comment »
January 22, 2008 by wirdonesia
Dear readers, saat ini wirdonesia.wp.com masih dalam tahap migrasi data. Karena belum semua bisa saya pindahkan, sudilah kiranya mampir ke blog saya yang satu lagi,
Mampir di sini ya
Selamat membaca.
Best regards,
Wirdonesia Merdeka!
Posted in Informasi | 1 Comment »
January 22, 2008 by wirdonesia
Setiap malam aku punya kegiatan..tanpa ku sadari, kegiatan rutinku yang lain terhilang dari kebiasaanku. Baru saja aku sadari kemarin, saat dia berkata, “Jangan lupa mutabaah..”
Posted in Aa, Curhat | Leave a Comment »
January 22, 2008 by wirdonesia
Beberapa waktu yang lalu, aku sempat ketemu teman lama. Kebetulan, aku ada urusan dengannya. Setelah urusan selesai kami lalu ngobrol-ngobrol. Dia bercerita, waktu itu dia melayat ke salah seorang teman. Teman tersebut sudah ditinggal ayah dan ibunya. Teman tersebut berkata, “Eh, gw udah ga punya siapa-siapa lagi lho..”
Dug! Kalimat tersebut memukul hati saya. Ya Allah, saya bersyukur masih punya Ibu. Semoga saya selalu mampu membahagiakan Ibu saya. Tiba-tiba saya teringat kedua adik saya yang masih sekolah.
Bersyukurlah kita, karena masih diizinkan Allah untuk berbakti kepada orang tua. Berbahagialah kita masih punya orang tua. Bersyukurlah atas nikmat Allah ini.
Posted in Curhat, Renungan | Leave a Comment »
January 22, 2008 by wirdonesia
Bismillahirrahmanirrahim…
Manusia diberikan banyak nikmat oleh Allah – Sang Pencipta Segalanya. Banyak nikmat yang mungkin kita tidak sadari dan hanya kita anggap sesuatu yang biasa saja. Tapi sadarkah kita, nikmat itu adalah salah satu nikmat yang luar biasa yang IA berikan untuk kita. Salah satu nikmat hidup adalah memiliki orang tua.
Setiap bayi yang baru lahir pasti memiliki orang tua. Setiap makhluk yang bernyawa berasal dari orang tuanya atas izin Allah. Namun ada kalanya bahwa seorang anak tidak tahu di mana orang tuanya berada, atau asal muasal dirinya.
Maka bersyukurlah kita yang diberikan anugerah “memiliki orang tua”. Apa jadinya jika kita tak diasuh orang tua, apa jadinya jika kita tidak tahu “identitas kita”. Dan saat ini, mungkin kita bukanlah siapa-siapa tanpa kehadiran mereka. Maka bersyukurlah kita yang mengenal kasih sayang orang tua – apa pun adanya mereka.
Jadi, jangan mengeluh jika tempat tidurmu keras, atau ketika semasa dulu kau tidak dibelikan ini itu. Bukankah sesungguhnya keberadaan mereka telah cukup bagimu?? Maka bersyukurlah…bersyukurlah…
Posted in Cinta, Curhat, Islam, Renungan | 1 Comment »
January 22, 2008 by wirdonesia
Sebuah puisi tentang kelahiran seorang bayi. Van, aku kutip ya puisinya…
Aku ingin menjadi bayi raksasamu malam ini,
tenggelam dalam lautan damai pelukanmu.
Ciumlah aku,
hapuslah resahku dengan belaianmu,
angkuti bergunung gunung rindu yang menimbun dengan lembut bisikanmu,
rindu yang kutanggungkan ratusan tahun sendirian.
Ayah Ibu, kamu sangatlah indah…
Irvan B.P
.: 25 Mei 2007 :.
Posted in Sedikit Berpuisi, sastranesia | Leave a Comment »
January 21, 2008 by wirdonesia
Kenapa nih blog tiba2 jd aneh bginiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii??????????????
Posted in Curhat | Leave a Comment »
January 21, 2008 by wirdonesia
Mampang adalah jalan strategis yang dilalui oleh banyak mobil. Pemerintah berharap dengan pembangunan jalur bis khusus(Transjakarta) akan mengurangi kemacetan di mana-mana termasuk di Mampang. Tapi kenapa sampai detik ini Mampang masih macet? Karena petugas mengizinkan mobil pribadi masuk ke jalur bis Transjakarta dan akibatnya, mobil2 pribadi tetap bersliweran di Mampang dengan harapan akan dibolehkan masuk ke jalur khusus dan terbebas dari kemacetan. Bener nggak? CMIIW.
Posted in Informasi, Jalan-jalan, Renungan | Leave a Comment »
January 18, 2008 by wirdonesia
Buat yang lagi siap-siap mo merid dan bingung mesti mulai dari mana, nich coba lihat urutan berikut ini:
1. Dilamar (kalau ngga dilamar ga bs merid)! Hehehe
2. Tentuin tanggal nikah (ya iyalah)
3. Tentuin jumlah undangan
4. Kemudian hitung budget
5. Cari gedung yang sesuai dengan jumlah undangan dan budget
6. Cari catering sesuai budget
7. Baru cari2 undangan dan suvenir/perlengkapan lain.
8. Satu – dua bulan sebelum nikah, jangan lupa urus surat-surat nikah.
9. Berdoa
Catatan :
* Semakin mahal gedung, umumnya mereka mematok harga buffe minimal. Beberapa gedung bisa jadi sangat murah, tapi charge cateringnya mahal. Beberapa gedung bahkan mewajibkan catering rekanan. So, hati-hati.
** Untuk buku nikah biasanya selesai antara 10-14 hari kerja. Jadi perhitungkan waktu dengan baik. Siapkan pula pas foto berwarna ukuran 3×4, 2×3 dan 4×6 untuk mengurus hal-hal ini.
Semoga berhasil 
Posted in Informasi, pernikahan | Leave a Comment »
January 17, 2008 by wirdonesia
Pagi2 tumben nyampe kantor client jam 8 kurang. Seneng banget gak kena macet parah. Kebetulan karena masih pagi, jadi iseng2 baca tulisannya Jeng Santi. Perasaan Jeng Santi sama dengan perasaanku. Dua tahun yang lalu aku malah pernah bertanya gini sama mama, “Ma, kalau aku udah nikah, nanti mama sama siapa? Trus nanti mama gimana? Kalau aku tinggal di luar negeri gak apa2?” Abis nanya aku ga berani ngelihat wajah mama – coz aku nangis.
Mama sempat terdiam, semua terdiam. Waktu itu aku nanya pas kami lagi di mobil dalam perjalanan bareng sama kedua adikku. Nggak lama, mama ngejawab, “Ya enggak apa-apa… Memang sudah seharusnya begitu kan, ikut suami.” Tapi nada jawaban mama terasa seperti tersendat. Haru, sedih tapi juga pasti bahagia saat anak perempuannya akan menikah dengan laki-laki yang bertanggung jawab.
Anyway, kemudian aku komentar gini di blognya Jeng Santi :
Aku jadi inget ibuku…sebulan terakhir ini aku lagi mikirin siapa nanti yang cuci piring, nyapu-ngepel,c erewet ngingetin jaga makanan, de-el-el kalau aku pindah. Trus ntar siapa yg ke pasar??? Ntar siapa yg beliin sarapan or ngajak senam.
Kalau dipikir2…aku baru 6 tahun tinggal sama ibuku. Makanya detik2 terakhir ini, aku berusaha nyenengin ibuku (walaupun aku kdg bikin beliau stress juga dengan kesibukan kami akhir2 ini).
Tapi akhirnyaaa…ini adalah proses panjang yang harus dilalui setiap manusia yang akan menuju “ke situ”, Jeng. Jadi ngga usah khawatir. Berdoalah agar Allah selalu menjaga ibu dan berdoalah untuk kebaikan kita semua.
Maaf kalau komennya panjang… dalem bgt tulisannya.
Posted in Cinta, Curhat, Renungan, pernikahan | Leave a Comment »